Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Barat menyelenggarakan Sekolah Energi dengan tema ‘Menggali Potensi Energi Jawa Barat’. Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Pelatihan Tenaga Koperasi (Balatkop) dan UMKM Jawa Barat selama tiga hari, mulai dari Jumat-Ahad (15-17/9/2023).
Menurut Ketua Panitia, Abdurohman, sekolah Energy ini merupakan gagasan pertama yang PKC PMII Jabar inisiasi dengan tujuan supaya memberikan diversifikasi isu kajian kader-kader PMII Jabar.
Selain itu, kegiatan ini dilaksanakan untuk menggali lebih dalam potensi sumber energi di Jawa Barat.
“Kita tahu bahwa Jawa Barat dikaruniai dengan sumber daya alam yang melimpah, yang dapat dimanfaatkan menjadi sumber daya energi terbarukan dan energi baru terbarukan, sebagai contoh potensi Geothermal atau PLTP di Jawa Barat sangat besar dengan memiliki 4.257 Megawatt (MW) potensi panas bumi prioritas dari potensi panas bumi keseluruhan yang dimiliki yaitu sebesar 5.839 MW,” jelasnya.
Ia menambahkan, dengan adanya sekolah energi ini diharapkan kader-kader PMII di Jawa Barat dapat memberikan kontribusi berupa saran dan masukan kepada stakeholder terkait untuk masa depan sumber energi di Jabar yang lebih ramah lingkungan, dan tentunya berdampak langsung kepada masyarakat.
Sementara menurut Ketua PKC PMII Jabar, Apriliana Eka Dani, sekolah energi ini adalah satu-satunya sekolah yang pertama dilaksanakan di Indonesia.
“Ini adalah salah satu bentuk manifestasi kita terhadap nilai dasar pergerakan dan aswaja dalam mengelola kehidupan, dalam hal ini menatakelola sumber daya alam kita. Sumberdaya alam kita harus betul-betul di kelola untuk kesejahteraan masyarakat,” jelas Eka dalam sambutannya pada pembukaan Sekolah Energi, Jum’at (15/9/2023).
Ia menambahkan bahwa Jawa Barat adalah salah satu provinsi yang kaya akan sumber energi. Apabila sumber energi ini dikelola dengan baik, maka dapat dipastikan seluruh lapisan masyarakat akan mendapatkan sumber energi tersebut dengan merata.
Menurutnya, selama ini energi yang digunakan masih terfokus pada fosil, yang berasal dari minyak bumi dan batubara. Sedangkan energi fosil lambat laun akan punah, dan harus menunggu puluhan bahkan ratusan tahun untuk ada lagi. Dengan bertambahnya jumlah penduduk yang kian banyak, tentu harus berbanding lurus dengan ketersediaan energi yang dimiliki, agar energi bisa dirasakan oleh semua lapisan masyarakat.
“Bukan tidak mungkin kedepan, untuk memasok ketersediaan energi, kita juga akan lebih terfokus pada energi terbarukan dan energi baru terbarukan. Salah satunya di Jawa Barat, yang kita kenal ada beberapa wilayah yang potensial dalam menggali ketersediaan sumber energi, mulai dari gheothermal, tenaga bayu, dan gelombang laut,” tambahnya.
Ia berharap, kader PMII kedepan bisa menjadi aktor perubahan yang bukan hanya memahami realitas sosial tetapi mampu mengubahnya.
“Semoga terselenggaranya sekolah energi ini dapat menumbuhkan kepekaan kita terhadap permasalahan sosial kemasyarakatan,” tutupnya.
Berita Terkait
Bagikan: