19 Sep 2023 | Berita
Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Barat menyelenggarakan Sekolah Energi dengan tema ‘Menggali Potensi Energi Jawa Barat’. Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Pelatihan Tenaga Koperasi (Balatkop) dan UMKM Jawa Barat selama tiga hari, mulai dari Jumat-Ahad (15-17/9/2023).
Menurut Ketua Panitia, Abdurohman, sekolah Energy ini merupakan gagasan pertama yang PKC PMII Jabar inisiasi dengan tujuan supaya memberikan diversifikasi isu kajian kader-kader PMII Jabar.
Selain itu, kegiatan ini dilaksanakan untuk menggali lebih dalam potensi sumber energi di Jawa Barat.
“Kita tahu bahwa Jawa Barat dikaruniai dengan sumber daya alam yang melimpah, yang dapat dimanfaatkan menjadi sumber daya energi terbarukan dan energi baru terbarukan, sebagai contoh potensi Geothermal atau PLTP di Jawa Barat sangat besar dengan memiliki 4.257 Megawatt (MW) potensi panas bumi prioritas dari potensi panas bumi keseluruhan yang dimiliki yaitu sebesar 5.839 MW,” jelasnya.
Ia menambahkan, dengan adanya sekolah energi ini diharapkan kader-kader PMII di Jawa Barat dapat memberikan kontribusi berupa saran dan masukan kepada stakeholder terkait untuk masa depan sumber energi di Jabar yang lebih ramah lingkungan, dan tentunya berdampak langsung kepada masyarakat.
Sementara menurut Ketua PKC PMII Jabar, Apriliana Eka Dani, sekolah energi ini adalah satu-satunya sekolah yang pertama dilaksanakan di Indonesia.
“Ini adalah salah satu bentuk manifestasi kita terhadap nilai dasar pergerakan dan aswaja dalam mengelola kehidupan, dalam hal ini menatakelola sumber daya alam kita. Sumberdaya alam kita harus betul-betul di kelola untuk kesejahteraan masyarakat,” jelas Eka dalam sambutannya pada pembukaan Sekolah Energi, Jum’at (15/9/2023).
Ia menambahkan bahwa Jawa Barat adalah salah satu provinsi yang kaya akan sumber energi. Apabila sumber energi ini dikelola dengan baik, maka dapat dipastikan seluruh lapisan masyarakat akan mendapatkan sumber energi tersebut dengan merata.
Menurutnya, selama ini energi yang digunakan masih terfokus pada fosil, yang berasal dari minyak bumi dan batubara. Sedangkan energi fosil lambat laun akan punah, dan harus menunggu puluhan bahkan ratusan tahun untuk ada lagi. Dengan bertambahnya jumlah penduduk yang kian banyak, tentu harus berbanding lurus dengan ketersediaan energi yang dimiliki, agar energi bisa dirasakan oleh semua lapisan masyarakat.
“Bukan tidak mungkin kedepan, untuk memasok ketersediaan energi, kita juga akan lebih terfokus pada energi terbarukan dan energi baru terbarukan. Salah satunya di Jawa Barat, yang kita kenal ada beberapa wilayah yang potensial dalam menggali ketersediaan sumber energi, mulai dari gheothermal, tenaga bayu, dan gelombang laut,” tambahnya.
Ia berharap, kader PMII kedepan bisa menjadi aktor perubahan yang bukan hanya memahami realitas sosial tetapi mampu mengubahnya.
“Semoga terselenggaranya sekolah energi ini dapat menumbuhkan kepekaan kita terhadap permasalahan sosial kemasyarakatan,” tutupnya.
Berita Terkait
Bagikan:
25 Jul 2023 | Berita
Selasa, 25 Juli 2023 Pondok Pesantren Sukamiskin kedatangan tamu dari Tebuireng. Beliau adalah KH. Abdul Hakim Mahfudz atau sering disapa dengan Gus Kikin yang merupakan pengasuh Pondok Pesantren pendiri Nahdlatul Ulama yaitu Pondok Pesantren Tebuireng.
Kedatangan Gus Kikin disambut langsung oleh pimpinan Pondok Pesantren Sukamiskin, KH. Abdul Aziz Haedar dan keluarga. Gus Kikin berkunjung ke Pondok Pesantren Sukamiskin dengan tujuan untuk silaturahim dengan pengasuh Pondok Pesantren Sukamiskin.
Baca Juga: Selamat Datang Santri Baru Pondok Pesantren Sukamiskin 2023
Kedatangan Gus Kikin ini mengingatkan kembali peristiwa kunjungan KH. Wahid Hasyim (Alm.), putra dari Hadrotusysyaikh KH. Hasyim As’ari ke pesantren Sukamiskin pada tahun 1950. Ketika itu KH. Wahid Hasyim sebagai Pimpinan Partai NU mengangkat KH. R. Ahmad Haedar Dimyati (Alm.) menjadi ketua Partai NU Kabupaten Bandung untuk mempersiapkan Pemilu pertama tahun 1955.

Semoga kehadiran KH. Abdul Hakim Mahfudz di Pondok Pesantren Sukamiskin membawa berkah serta dapat mempererat silaturahim antara Pondok Pesantren Sukamiskin dengan Pondok Pesantren Tebuireng.
Berita Terkait
Bagikan:
20 Jul 2023 | Berita
Pada tanggal 16 Juli 2023, Pondok Pesantren Sukamiskin menyambut kedatangan santri baru untuk tahun ajaran baru. Acara selamat datang ini merupakan momen yang ditunggu-tunggu oleh semua pihak di pesantren dan tentu saja santri yang telah menanti kesempatan untuk bergabung dengan lembaga pendidikan Yayasan Pondok Pesantren Sukamiskin.
Pondok Pesantren Sukamiskin terkenal sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam dengan konsep pesantren salafiyah tertua di Kota Bandung. Pesantren ini menyediakan jenjang pendidikan Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA).

Pada kedatangan santri baru tanggal 16 Juli 2023 ini walisantri dari santriwan dan santriwati dianjurkan untuk sowan ke pengasuh pesantren dengan tujuan walisantri menyerahkan putra putrinya di Pondok Pesantren untuk di didik ilmu agama, akhlaq, dan ilmu pengetahuan lainnya, serta pengasuh juga agar dapat mengemban amanah dari walisantri.

Kedatangan santri baru di Pondok Pesantren Sukamiskin menjadi momen yang bersejarah bagi santri baru. Santri baru akan disambut dengan berbagai kegiatan, seperti pengenalan lingkungan pesantren, pembagian asrama, dan orientasi kurikulum. Selain itu, mereka juga akan diperkenalkan dengan para pengajar dan staff pesantren yang siap membimbing dan mendukung proses pembelajaran mereka. Seluruh kegiatan santri baru ini dilaksanakan dari tanggal 17 sampai 21 Juli 2023.
Baca Juga: Yayasan Pondok Pesantren Sukamiskin Mewisuda Santri
Diharapkan dengan kedatangan santri baru ini, Pondok Pesantren Sukamiskin akan semakin berkembang sebagai lembaga pendidikan Islam yang unggul dalam menyediakan pendidikan yang berkualitas, mengedepankan nilai-nilai keagamaan, dan membentuk generasi muda yang berakhlak mulia.

Selamat datang santri baru! Semoga perjalanan pendidikan kalian di Pondok Pesantren Sukamiskin penuh berkah dan menjadi bekal untuk masa depan yang gemilang.
Berita Terkait
Bagikan:
14 Jun 2023 | Berita
Santri Pondok Pesantren Sukamiskin mengikuti kegiatan Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat untuk Pemilu 2024 yang diselenggarakan oleh PPK Arcamanik dan PPS se-Kecamatan Arcamanik. Kegiatan ini berlangsung pada hari Rabu (14/06) di Pondok Pesantren Sukamiskin Bandung.
Menurut Ketua PPK Arcamanik, Ahid Ilham Zulfiqar yang biasa disapa Kang Iid, kegiatan ini sesuai dengan Peratuan KPU Nomor 10 Tahun 2018 tentang Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat dalam Penyelenggaraan Pemilihan Umum. Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah memberikan pemahaman akan pentingnya partisipasi politik masyarakat pesantren khususnya santri sebagai pemilih pemula dalam pemilu untuk mewujudkan demokrasi yang substansial di Indonesia khususnya di Kecamatan Arcamanik Kota Bandung.
“Harapannya kegiatan ini mampu mendorong kebijakan terhadap adanya upaya peningkatan kualitas partisipasi politik masyarakat pesantren dan pemilih pemula dalam pemilu tahun 2024,” kata Kang Iid.

Sementara wakil dari pesantren, Kang Ami, dalam sambutannya menyambut baik kegiatan ini, “kami sangat berterima kasih kepada jajaran KPU Kota Bandung juga PPK Arcamanik dan mendukung kegiatan yang dilaksanakan untuk memberikan sosialisasi mengenai pemilu tahun 2024 ini kepada santri-santri kami, semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat dan pengetahuan tambahan untuk para santri tentang kepemiluan”, ujar Kang Ami.
Baca juga: 125 Siswa MAS YPP Sukamiskin Ikuti Lomba dan Pelatihan Kompetensi

Ketua Panwas Kecamatan Arcamanik, Rully Nova Salsabila, mengapresiasi kegiatan ini sebagai usaha meningkatkan partisipasi politik pemilih pemula di kalangan pesantren. “Kami sebagai bagian dari penyelenggara pemilu di tingkat kecamatan arcamanik, sangat mendukung kegiatan ini, karena pemilih pemula ini biasanya pemilih yang kritis, sehingga bisa membantu kami dalam pengawasan penyelenggaraan pemilu”, ungkap Rully dalam sambutannya.

Senada, Ketua KPU Kota Bandung, Suharti, dalam sambutannya mengingatkan pentingnya partisipasi politik, terutama pemilih pemula dalam berdemokrasi. Perempuan yang disapa Teh Harti ini mengatakan, “pada Pemilu serentak 2024 mendatang, diprediksi jumlah pemilih pemula akan mengalami peningkatan. Berdasarkan data dari KPU pada Pemilu sebelumnya, jumlah pemilih pemula sudah mencapai 70 hingga 80 juta jiwa dari total 193 juta pemilih. Artinya, 35 hingga 40 persen pemilih pemula sudah mempunyai kekuatan dan memiliki pengaruh besar terhadap hasil Pemilu. Sudah barang tentu, hal itu juga bakal mempengaruhi kualitas demokrasi Indonesia ke depannya,” ujar Harti.
Baca juga: Etika Berhaji Agar Memperoleh Derajat Mabrur

Lebih jauh lagi, narasumber utama kegiatan ini, Ahmad Nur Hidayat, selaku Kadiv. Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat KPU Kota Bandung memaparkan bahwa setiap pihak termasuk masyarakat dan pemilih pemula, mesti sadar akan Pemilu yang berintegritas, mulai dari proses hingga keputusan hasilnya. Idealnya sebuah pelaksanaan Pemilu bakal menghasilkan wakil rakyat, Presiden dan Wakil Presiden yang amanah dan berpengaruh terhadap keberlangsungan penyelenggaraan negara dan masyarakat. Hal itu sesuai dengan cita-cita demokrasi yang tertuang dalam Undang-undang Dasar Negara RI Tahun 1945. “Apa lagi, pemilih pemula merupakan bagian dari generasi penerus bangsa yang akan menjaga keutuhan dan kedaulatan negara,” paparnya.

Kegiatan ini berlangsung santai dan nampak antusias diikuti oleh seluruh santri yang hadir di sela-sela padatnya kegiatan pesantren. Nampak beberapa santri mengajukan pertanyaan dalam sesi tanya jawab dan langsung dijawab oleh narasumber.
Berita Terkait
Bagikan:
14 Jun 2023 | Berita
Yayasan Pondok Pesantren Sukamiskin mewisuda santri Tahun Pembelajaran 2022/2023 pada Selasa-Rabu (13-14/6) di Pondok Pesantren Sukamiskin. Yayasan melepas sebanyak 68 santri Pondok Pesantren sekaligus 72 santri MAS YPP Sukamiskin yang lulus pada tahun ini. Kegiatan ini mengambil tema “Teruskan Belajar dan Berkarya Demi Agama dan Bangsa, Diiringi Do’a Orang Tua dan Guru”.
Prosesi wisuda berjalan dengan tertib dan khidmat yang didahului dengan sambutan-sambutan dan pidato atas nama Santri, Orang Tua, Wali Kelas, Kepala Madrasah dan Pimpinan Pesantren. Sambutan juga disampaikan oleh Bapak Dr. H. Ridwan Fauji, M.Pd selaku Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kota Bandung dan Bapak H. Fachmi Farhan, S.Ag., M.A.P selaku Kasi Pondok Pesantren Kementerian Agama Kota Bandung.

Kepala Sekolah MAS YPP Sukamiskin, Rd. Alpi M. Thoyyib, S.M.B dalam sambutannya mengucapkan apresiasi dan motivasi kepada para wisudawan agar tetap semangat meraih dan mewujudkan cita-cita, juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh orang tua dan civitas akademi yang telah turut andil dalam membangun generasi bangsa ini kearah yang lebih baik.
“Kita dalam hidup harus mempunyai tujuan dan rencana. Yang mau melanjutkan studi atau yang mau bekerja silahkan, jangan sampai diam di rumah saja. Alhamdulillah beberapa santri pada tahun ini sudah diterima di beberapa perguruan tinggi negeri, ada yang di UPI, UIN, dan lain-lain. Yang belum diterima, tetap semangat, masih ada kesempatan mengikuti seleksi melalui jalur lain.” Katanya.

Baca juga: Santri Pondok Pesantren Sukamiskin Ikuti Kegiatan Sosialisasi Pemilu 2024
Sementara KH. R. Abdul Aziz Haedar, selaku Pimpinan Pesantren menyampaikan harapan kepada santri yang baru diwisuda untuk tetap mengembangkan potensi mereka masing-masing dan tetap semangat dalam belajar untuk memperoleh ilmu dan wawasan lebih luas sehingga nantinya akan sukses sesuai bidang masing-masing.

Lebih jauh, salahsatu pesan beliau kepada para santri dengan menyampaikan sebuah hadits:
مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا مِمَّا يُبْتَغَى بِهِ وَجْهُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ لاَ يَتَعَلَّمُهُ إِلاَّ لِيُصِيبَ بِهِ عَرَضًا مِنَ الدُّنْيَا لَمْ يَجِدْ عَرْفَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Barangsiapa yang mempelajari suatu ilmu yang seharusnya diharap adalah keridhoan Allah, tetapi ia mempelajarinya hanyalah untuk mencari harta benda dunia, maka dia tidak akan mendapatkan wangi surga di hari kiamat.” (HR. Abu Daud no. 3664, Ibnu Majah no. 252 dan Ahmad 2: 338)
“Oleh karena itu, bagi yang melanjutkan, jangan diniatkan hanya untuk mencari dunia, tujuannya belajar bertahun-tahun adalah hanya untuk meraih gelar. Niat yang ikhlas karena Allah, itu yang mesti diperhatikan,” pesan beliau.

Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kota Bandung, Dr. H. Ridwan Fauji, M.Pd dalam sambutan dan arahannya menyampaikan “saya sangat mengapresiasi atas pelaksanaan wisuda hari ini. Sukses selalu bagi Madrasah Aliyah YPP Sukamiskin”.

“Selamat kepada Wisudawan dan Wisudawati yang telah menyelesaikan studi pembelajaran di Madrasah Aliyah YPP Sukamiskin, selamat juga kepada bapak/ibu Orang tua atau Wali yang telah mengantar putra dan putrinya dengan jerih payah dan penuh perjuangannya sampai ke jenjang Madrasah Aliyah,” tambahnya.

Senada, Kasi Pondok Pesantren Kementerian Agama Kota Bandung, H. Fachmi Farhan, S.Ag., M.A.P dalam sambutannya menyampaikan selamat kepada seluruh orang tua dan santri dan santri harus bangga karena telah menjadi bagian dari sejarah Pesantren Sukamiskin yang merupakan salahsatu pesantren tertua di Kota Bandung, bahkan di Jawa Barat.
Baca juga: 125 Siswa MAS YPP Sukamiskin Ikuti Lomba dan Pelatihan Kompetensi

“Harapan kami bekal-bekal yang diberikan pesantren, bekal tentang adab, ilmu, Islam, dan Iman itu menjadi satu hal yang dipertahankan. Sehingga tetap menjadi seseorang yang tidak hanya diwarnai oleh orang lain, tetapi mampu mewarnai kehidupan orang lain di masyarakat.” Tutupnya.
Pada kelulusan Tahun Pembelajaran 2022/2023 ini, juara dari IPS diraih oleh Anggun Khalisah Darin, sementara juara dari MIPA dipegang Intan Tsamrotul Fuadah. Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada santri yang telah menghafal Kitab Alfiyah 1002 bait, yaitu Intan Tsamrotul Fuadah dan Maulana Muhammad Ibrahim.
Berita Terkait
Bagikan: