Tips Mendapatkan Sahabat Terbaik di Pondok Pesantren

Tips Mendapatkan Sahabat Terbaik di Pondok Pesantren

Mondok di pesantren bukan hanya tentang belajar agama dan meningkatkan pengetahuan akademik, tetapi juga tentang membangun hubungan dan persahabatan yang baik dengan sesama santri. Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat membantu Anda menemukan sahabat yang tepat saat mondok di pesantren:

  1. Jadilah ramah dan terbuka. Cobalah untuk mengenal santri lain dengan ramah dan terbuka. Buatlah percakapan ringan dan tunjukkan minat pada orang lain. Dengan begitu, orang lain juga akan merasa nyaman dan tertarik untuk berbicara dengan Anda.
  2. Temukan kesamaan minat. Cobalah untuk mencari orang-orang yang memiliki minat dan hobi yang sama dengan Anda. Misalnya, jika Anda suka olahraga, carilah santri yang juga suka olahraga. Hal ini akan membantu Anda untuk memulai percakapan dan membangun hubungan yang lebih dalam.
  3. Jangan memaksakan diri. Ingatlah bahwa setiap orang memiliki kepribadian dan kebiasaan yang berbeda. Jangan memaksakan diri untuk berteman dengan orang yang tidak cocok dengan Anda. Cobalah untuk mencari orang yang memiliki kepribadian yang sejalan dengan Anda dan dapat menghargai Anda sebagai individu.
  4. Ikuti kegiatan di pesantren. Cobalah untuk ikut serta dalam kegiatan-kegiatan di pesantren. Dengan begitu, Anda akan berkesempatan untuk bertemu dengan santri lain dan membangun hubungan yang lebih dekat.
  5. Jaga komunikasi yang baik. Setelah menemukan sahabat yang tepat, jangan lupa untuk menjaga komunikasi yang baik dengan mereka. Luangkan waktu untuk berbicara dengan mereka secara teratur dan tunjukkan minat pada kegiatan dan kehidupan mereka.

Mendapatkan sahabat yang tepat saat mondok di pesantren bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan dan berharga. Dengan mempraktikkan tips-tips di atas, Anda dapat membangun hubungan yang kuat dan bermakna dengan sesama santri di pesantren.

 

RSS
Follow by Email
Share via WA
URL has been copied successfully!

Pentingnya Mondok di Pesantren

Pentingnya Mondok di Pesantren

Mondok di pesantren merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi setiap santri. Selain memperdalam pengetahuan agama, mondok juga membantu santri untuk tumbuh dan berkembang sebagai individu yang mandiri, bertanggung jawab, dan memiliki karakter yang kuat.

Salah satu keuntungan mondok di pesantren adalah santri dapat belajar langsung dari pengajar yang ahli di bidang agama. Selain itu, mereka juga dapat berinteraksi dengan sesama santri dari berbagai latar belakang, sehingga mereka dapat belajar tentang keberagaman dan memperluas wawasan mereka.

Selain itu, mondok di pesantren juga membantu santri untuk membentuk disiplin dan pola hidup yang sehat. Dalam lingkungan pesantren, santri belajar untuk hidup dengan aturan dan jadwal yang ketat, yang membantu mereka mengembangkan kebiasaan yang baik, seperti disiplin, kerja keras, dan tanggung jawab.

Tidak hanya itu, mondok di pesantren juga membantu santri untuk mengembangkan hubungan yang baik dengan keluarga dan masyarakat. Ketika mondok, santri belajar untuk hidup jauh dari keluarga mereka dan menghadapi tantangan dalam kehidupan sehari-hari. Ini membantu mereka untuk belajar tentang kebersamaan, kerja sama, dan saling membantu, sehingga mereka dapat mengembangkan hubungan yang baik dengan orang di sekitar mereka.

Dalam era digital seperti sekarang ini, di mana informasi tersedia di ujung jari kita, mondok di pesantren masih memiliki tempat yang penting dalam kehidupan santri. Selain memperdalam pengetahuan agama, mondok di pesantren juga membantu santri untuk tumbuh dan berkembang sebagai individu yang mandiri, bertanggung jawab, dan memiliki karakter yang kuat. Oleh karena itu, bagi siapa pun yang ingin mendapatkan pengalaman berharga ini, mondok di pesantren adalah pilihan yang tepat.

 

RSS
Follow by Email
Share via WA
URL has been copied successfully!

Imtihan Ke-106 Meriahkan Sukamiskin

Imtihan Ke-106 Meriahkan Sukamiskin

Pondok Pesantren Sukamiskin kembali dimeriahkan oleh sebuah pagelaran seni budaya yaitu Imtihan ke-106. Acara ini diselenggarakan pada Sabtu malam (18/3) untuk santri putri dan minggu malam (19/3) untuk santri putra di halaman Pondok Pesantren Sukamiskin. Acara ini dihadiri oleh seluruh keluarga besar, alumni dan seluruh santri Pondok Pesantren Sukamiskin.

Baca juga: Pesantren Sukamiskin Gelar Halaqah Fiqih Peradaban

Pagelaran seni dan budaya ini merupakan acara tahunan yang bertujuan untuk menampilkan kemampuan santri, baik bidang akademik maupun non-akademik. Acara spektakuler ini juga dapat menjadi sarana untuk menggali potensi, minat, serta bakat santri Sukamiskin dalam bidang kesenian, baik musik, tari-tarian, tarik suara maupun seni peran.


Imtihan ke-106 menampilkan sebanyak 48 acara yang mendidik, dikemas elegan, menghibur serta sangat menyenangkan untuk dinikmati. Dengan mengusung tema “Merawat Tradisi Membangun Peradaban” panitia penyelenggara berhasil menghadirkan pagelaran seni yang tak hanya menghibur, namun juga sarat akan nilai pendidikan dan pelajaran kehidupan.


 

Berita Terkait


Bagikan:

RSS
Follow by Email
Share via WA
URL has been copied successfully!

Anugerah Satu Abad NU, Pesantren Sukamiskin Dapat Penghargaan Pesantren Tertua

Anugerah Satu Abad NU, Pesantren Sukamiskin Dapat Penghargaan Pesantren Tertua

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berikan Anugerah Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) kepada pondok pesantren yang berusia lebih dari 100 tahun (satu abad). Acara ini berlokasi di Teater Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Selasa (31/01).

PBNU menetapkan 68 Pondok Pesantren tua di Indonesia untuk mendapatkan penghargaan sebagai pondok pesantren yang sudah mengabdi lebih dari satu abad dalam Peringatan Hari Lahir Satu Abad Nahdlatul Ulama ini. Seperti tertuang dalam Surat PBNU No: 471/PB.03/B.I.03.71/99/01/2023. Ini penerima penghargaan kategori pesantren:

  1. Pondok Pesantren Al-Kahfi Somolangu, Kebumen (1475)
  2. Dayah Ma’hadul Ulum Diniyyah (Mudi) Mesra, Bireun Aceh (abad 17-an)
  3. Pondok Pesantren Mojosari, Loceret, Nganjuk (1710)
  4. Pondok Pesantren Cangaan, Bangil, Pasuruan (1710)
  5. Pondok Pesantren Babakan, Cirebon (1715)
  6. Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan (1718)
  7. Pondok Pesantren Jamsaren, Solo (1750)
  8. Pondok Pesantren Buntet, Cirebon (1750)
  9. Pondok Pesantren Qomaruddin, Bungah, Gresik (1753)
  10. Pondok Pesantren Miftahul Huda, Gading, Malang (1768)
  11. Pondok Pesantren Balerante, Cirebon (1779)
  12. Pondok Pesantren Miftahul Falah Bungkuk, Singosari, Malang (1785)
  13. Pondok Pesantren Al-Hamdaniyah, Siwalan Panji, Sidoarjo (1787)
  14. Pondok Pesantren Salafiyah Pasuruan (1779)
  15. Pondok Pesantren Hidayatut Thullab, Durenan, Trenggalek (1790)
  16. Pondok Pesantren Gedongan, Cirebon (1800-an)
  17. Pondok Pesantren Tambak Beras, Jombang (1825)
  18. Pondok Pesantren Watucongol, Magelang, (1830)
  19. Pondok Pesantren Tremas, Pacitan (1830)
  20. Pondok Pesantren Al-Asy’ariyah, Kalibeber, Wonosobo (1832)
  21. Pondok Pesantren Zainul Hasan, Genggong, Probolinggo (1839)
  22. Pondok Pesantren Al-Hikamus Salafiyah, Cipulus, Purwakarta (1840)
  23. Pondok Pesantren Al-Fauzan, Garut (1850)
  24. Pondok Pesantren Langitan, Tuban (1852)
  25. Pondok Pesantren MIS (Ma’hadul Ilmi Asy-Syar’i), Sarang, Rembang (1859)
  26. Pondok Pesantren Syaikhona Kholil, Bangkalan (1861)
  27. Pondok Pesantren Giri Kusumo, Mranggen, Demak (1868)
  28. Pondok Pesantren Arriyadl, Ringinagung, Pare, Kediri (1870)
  29. Pondok Pesantren Tarbiyatun Nasyiin, Pacul Gowang (1880)
  30. Pondok Pesantren Besuk Kejayan Pasuruan (1881)
  31. Pondok Pesantren Sukamiskin, Bandung (1881)
  32. Pondok Pesantren Al-Ashriyah, Genteng, Banyuwangi (1882)
  33. Pondok Pesantren Roudatul Mubtadi’in, Balekambang, Jepara (1884)
  34. Pondok Pesantren Darul Ulum, Peterongan, Jombang (1885)
  35. Pondok Pesantren Al-Ihsan, Jampes, Kediri (1886)
  36. Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep (1887)
  37. Pondok Pesantren Darul Hikam, Bendo, Pare, Kediri (1889)
  38. Pondok Pesantren al-Ittihad Poncol, Semarang (1893)
  39. Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah, Lamongan (1898)
  40. Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang (1899)
  41. Pondok Pesantren Gedongsari, Nganjuk (1901)
  42. Pondok Pesantren Al-Falak Pagentongan, Bogor (1901)
  43. Pondok Pesantren Al-Fatah, Banjarnegara (1901)
  44. Pondok Pesantren Futuhiyah, Mranggen, Demak (1905)
  45. Pondok Pesantren Mathaliul Huda Pati (1905)
  46. Pondok Pesantren Kempek, Cirebon (1908)
  47. Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah, Sukorejo, Situbondo (1908)
  48. Pondok Pesantren Maslakul Huda, Kajen, Pati (1910)
  49. Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri (1910)
  50. Pondok Pesantren Al-Hikmah, Benda, Brebes (1911)
  51. Pondok Pesantren Al-Munawwir, Yogyakarta (1911)
  52. Pondok Pesantren Raudlatul Ulum, Jember (1912)
  53. Pondok Pesantren Ma’hadut Tholabah, Tegal (1913)
  54. Pondok Pesantren Darussalam Martapura Kalsel (1914)
  55. Pesantren Islam As Shiddiqi, Jember (1915)
  56. Pondok Pesantren al-Hidayah Lasem Rembang (1916)
  57. Pondok Pesantren Matla’ul Anwar Linahdhatil Ulama (MALNU) Pandeglang (1916)
  58. Pondok Pesantren Denanyar, Jombang (1917)
  59. Pondok Pesantren al-Qaumaniyah, Bareng, Kudus (1918)
  60. Pondok Pesantren Tahsinul Akhlaq, Winong, Cirebon (1918)
  61. Pondok Pesantren Apik, Kauman Kaliwungu, (1919)
  62. Pondok Pesantren Al-Masturiyah, Sukabumi (1920)
  63. Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyyah, Seblak Jombang (1921)
  64. Pondok Pesantren Baitul Arqom Ciparay, Bandung (1922)
  65. Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah, Kalsel (1922)
  66. Pondok Pesantren Mustofawiyah, Mandailing Natal, Sumut (1925)
  67. Pondok Pesantren Ihya Ulumaddin, Cilacap (1925)
  68. Pondok Pesantren Ploso, Kediri (1925)

Baca juga: Dua Pesan KH. R. Abdul Aziz Haedar untuk Pengurus NU

Pondok Pesantren Sukamiskin berada dalam urutan nomor 31 yang didirikan pada tahun 1881. Dalam penghargaan itu, Pesantren Sukamiskin turut diundang hadir untuk menerima penghargaan. Melihat sejarah Pondok Pesantren Sukamiskin yang kini telah berumur 142 tahun, PBNU memilih Sukamiskin dalam kategori pondok pesantren tertua di Indonesia. KH. R. Abdul Aziz Haedar hadir mewakili Pondok Pesantren Sukamiskin.


 

Berita Terkait


Bagikan:

RSS
Follow by Email
Share via WA
URL has been copied successfully!

Dua Pesan KH. R. Abdul Aziz Haedar untuk Pengurus NU

Dua Pesan KH. R. Abdul Aziz Haedar untuk Pengurus NU

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar Halaqah Fiqih Peradaban yang digelar di Pondok Pesantren Sukamiskin pada Selasa (22/11). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Katib Syuriah PBNU KH Hasan Nuri Hidayatullah, Ketua PWNU Jawa Barat KH Juhadi Muhammad, Ketua Lakpesdam PWNU Jabaf KH Bambang Q Anes, Pengurus Badan Wakaf Indonesia (BWI) KH Tatang Astarudin, Direktur Aswaja Center NU Kabupaten Tasikmalaya KH Yayan Bunyamin, KH Ahmad Ginanjar Sya’ban, Ketua Muslimat NU Jawa Barat Hj Ella Giri Komala, dan dimoderatori oleh Sekretaris PCNU Kota Bandung KH Wahyul Afif Al-Ghafiqy.

Dalam sambutannya, Pimpinan Pondok Pesantren Sukamiskin KH Abdul Aziz Haedar berterima kasih telah ditunjuk sebagai tempat penyelenggaraan Halaqah Fiqih Peradaban oleh PBNU.

“Fiqih peradaban, fiqih siyasah, intinya menyangkut tentang akhlak, moral dan etika didalam sebuah kehidupan. Sangat penting adanya untuk sebuah bangsa dan negara,” jelasnya.

Ia mengutip perkataan syair Syauqi Bey yang merupakan salah seorang ahli ilmu:

إنما الأمم الأخلاق ما بقيت، فإن هم ذهبت أخلاقهم ذهبوا

Menurutnya, jika akhlak suatu umat itu baik maka pasti akan sukses. Namun sebaliknya, jika hilang akhlaknya, maka pasti akan hancur.

Baca juga: Pesantren Sukamiskin Gelar Halaqah Fiqih Peradaban

Diakhir sambutannya, Kiai Abdul Aziz Haedar juga menyampaikan dua pesan untuk PBNU. Pertama, jadikanlah NU sebagai Pondok Pesantren.

“Kami-kami ini sebagai Pondok kecil. Dimana pondok besar (NU) sebagai peracik ilmunya yang disuplaikan kepada kami pondok yang kecil,” paparnya. “Kedua, NU harus menggelorakan dan menjadikan budaya ke seluruh bangsa ini hidup Qonaat,” tambahnya.

Sebagai informasi, tema Halaqah Fikih Peradaban yang diselenggarakan kali ini mengusung tema Fikih Siyasah dan Negara Bangsa.


 

Berita Terkait


Bagikan:

RSS
Follow by Email
Share via WA
URL has been copied successfully!